KOMUNITAS DOA DAN LAGU MENJAGA KESEHATAN MENTAL DAN KEBAHAGIAAN LANJUT USIA DI PANTI WREDA CATUR NUGRAHA KALIORI, BANYUMAS
Sr. Theresia Sumini PMY
Pengurus Panti Werda Catur Nugraha Kaliori, Banyumas
Abstrak
Peneliti bertugas sebagai pengurus Yayasan Wahyobawono Keuskupan
Purwokerto, perawat Panti Wreda Catur Nugraha / PWCN Kaliori dan suster
Kongregasi Suster Putri Maria dan Yosef. Penelitian ini berfokus menjaga kesehatan mental spiritual dan
kebahagiaan lanjut usia yang tinggal di
Panti Wreda Catur Nugraha (PWCN) Kaliori, Banyumas. Kesehatan mental spiritual dan kebahagiaan penting untuk membantu lanjut usia mengatasi masalah
yang mereka hadapi. Penelitian ini
bertujuan untuk menggambarkan bagaimana komunitas doa dan lagu menjaga
kesehatan mental dan kebahagiaan lanjut
usia di Panti Wreda Catur Nugraha Kaliori, Banyumas. Keistimewaan
lanjut usia yang sehat mental dan bahagia lebih terbuka pada aktivitas
baru dan memiliki tingkat menghadapi kematian dengan bahagia serta kesakitan
yang lebih rendah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, observasi
dan interpretasi dengan informan utama adalah psikolog, pengurus, perawat dan
lanjut usia sebagai informan, dan penelitian dilakukan dari 1 Januari 2025 – 31 Agustus 2025 berjumlah 55 lanjut usia. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa komunitas doa dan lagu menjaga kesehatan mental dan kebahagiaan lanjut
usia tercermin dari aktivitas harian lanjut usia seperti bimbingan dengan
psikolog, keterampilan, kesehatan,
keagamaan, kesenian, sosial, doa bersama,
menolong teman dan senam. Lanjut usia merasa sehat dan bahagia karena ada ruang
diterima,
berharga, berekspresi, berbahagia bagi
saudara/i kakak/adik, ibu/ayah, oma/opa, suster, asisten perawat dan caregiver, karyawan panti sebagai keluarga. Sebagian besar lanjut usia kerasan
tinggal di Panti Wreda Catur Nugraha Kaliori sampai Tuhan memanggil,
dimakamkan, dikremasi menunjukkan kesehatan mental dan kebahagiaan terpenuhi di
Panti Wreda Catur Nugraha Kaliori, Banyumas.
Kata Kunci : Komunitas,
Kesehatan, Kebahagian, PWCN.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Penelitian
Kesehatan
mental adalah penyesuaian diri terhadap lingkungan dan orang lain dengan
keefektifan dan kebahagiaan optimal ( Karl Menninger). Kesehatan mental spiritual
adalah pendekatan komprehensif yang mengintegrasikan nilai-nilai spiritual
dalam menjaga dan meningkatkan kesejahteraan jiwa menuju kebahagiaan kekal di Surga (Vatikan II). Mengikuti ajaran dan sunnah Nabi Muhammad SAW
adalah jalan menuju surga, menurut hadits dari Bukhari. Setiap muslim
harus memperbanyak ibadah dan menjauhi segala jenis kemaksiatan. Undang-Undang
yang mengatur tentang kesejahteraan lanjut usia, termasuk kesehatan mental
lansia, adalah Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut
Usia. Kebahagiaan adalah keadaan atau perasaan tentram dan senang, bebas dari
hal-hal yang menyusahkan. Setiap orangtua menekankan pentingnya hormat kepada orang tua, terutama saat mereka lanjut
usia, dengan tidak berkata kasar atau membentak klien disabilitas. Dalam budaya
jawa, ayah sebagai kepala keluarga bertanggung jawab penuh terhadap istri dan
anak-anak, mencakup tanggung jawab materi, religius, dan ekonomi. Agama mengajarkan untuk menghormati, menyantuni,
dan memuliakan orang tua, terutama di usia lanjut. Menurut Medley, lansia yang bahagia lebih
sadar dan siap untuk terlibat dalam kegiatan baru dibandingkan mereka yang
tidak bahagia. Kebahagiaan juga berkorelasi dengan rendahnya kematian dan
kesengsaraan di kalangan lanjut usia. Terdapat berbagai faktor yang dapat
dimanfaatkan oleh individu untuk mencapai kebahagiaan, yang terdiri dari emosi
positif dan aktivitas positif yang terbagi menjadi tiga aspek: masa lalu, masa
kini, dan masa depan (N
Fauziyah · 2020) Tua adalah proses alami yang pasti terjadi
dan tidak bisa untuk dihindari oleh setiap manusia. Lanjut usia (lansia)
merupakan tahap akhir dari siklus kehidupan manusia. Pada tahap ini, lanjut usia akan
mengalami perubahan-perubahan pada kondisi fisik maupun psikis, khususnya
kemunduran dalam berbagai fungsi dan kemampuan yang pernah dimilikinya. Selain
akan terjadi perubahan dalam bentuk fisik dan psikisnya, seseorang yang telah
menginjak usia lanjut akan kehilangan peran diri serta kedudukan sosial yang
telah dicapai sebelumnya. Usia lanjut dapat menjadi masa kesenangan, keriangan,
dan bertanya-tanya, namun juga masa kepikunan, depresi, dan keputusasaan.
Kebahagiaan masa lalu mencakup
kepuasan dan kedamaian, di mana rasa bersyukur dan memaafkan menjadi kunci
untuk mengubah pemahaman terhadap pengalaman buruk. Sementara itu, kebahagiaan
di masa kini ditandai dengan aktivitas yang bersifat kekal abadi, bukan sekadar
kesenangan sementara. Kebahagiaan masa depan dicirikan oleh harapan positif
seperti peluang dan optimisme, yang penting untuk mencapai kebahagiaan. Secara
keseluruhan, kebahagiaan adalah keadaan psikologis yang ditandai dengan
tingginya kepuasan hidup dan rendahnya afek negatif, serta bergantung pada
kemampuan individu dalam menciptakan kebahagiaan menurut pandangannya sendiri.
Lanjut usia, dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia, merujuk pada individu yang berumur 60 tahun ke atas. Secara
umum, seseorang dianggap lansia jika usianya 60 tahun ke atas, sesuai dengan
Undang-Undang Nomor 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia. Menurut
Hardjomarsono, istilah ini mengacu pada kelompok Masyarakat yang telah mencapai
usia lanjut. Dalam konteks masyarakat Indonesia, sebutan untuk mereka adalah
"manusia usia lanjut," yang kadang-kadang disebut dengan istilah
"Warior," kepanjangan dari "warga yang senior," sebagai
bentuk penghormatan. Menurut Erikson, tahap lanjut usia dikenal dengan istilah
“integrity versus despair,” di mana individu mulai merefleksikan perjalanan
hidup mereka. Mereka yang berhasil mengembangkan pandangan positif terhadap
masa lalu cenderung merasa puas dan mencapai integritas, sedangkan mereka yang
melihat kehidupan secara negatif berisiko mengalami keputusasaan (Herman et
al., 2023). Selain itu, lansia juga sering menghadapi berbagai kehilangan,
seperti kehilangan pasangan, status, atau teman, yang menyebabkan perasaan
kesepian.
Kehilangan ini dirasakan ketika pasangan hidup meninggal dunia, menciptakan
tantangan tambahan bagi lanjut usia, terutama yang tinggal di Panti Wreda. (Firli Ariska 2022)
Di Panti Wreda kebutuhan fisik
para lansia terpenuhi, namun mereka sering merindukan kebersamaan dengan
keluarga dan merasa kurang bersemangat. Kehidupan dan perawatan yang lebih
baik, kebanyakan pria dan wanita zaman sekarang tidak menunjukan tanda-tanda
ketuaan mental dan fisiknya sampai usia 65, bahkan sampai awal 70, karena alasan
tersebut ada kecendrungan yang meningkat untuk mengunakan usia 65 sebagai usia
pensiun dalam berbagai urusan, sebagai tanda mulainya usia lanjut. Medley
mencatat bahwa lansia yang bahagia lebih siap untuk terlibat dalam kegiatan
baru, yang menunjukkan hubungan antara kebahagiaan dan kualitas hidup mereka.
Kebahagiaan ini dipengaruhi oleh cara individu menilai kehidupannya dan
kemampuannya untuk menerima keadaan, yang pada gilirannya menciptakan
ketenangan batin. Dengan demikian, penting bagi masyarakat untuk memberikan
perhatian lebih kepada lansia agar mereka dapat menikmati masa tua yang
bermakna dan bahagia (Eramega & Indriana, 2020).
Kebahagiaan sering digunakan secara bergantian dengan istilah kesejahteraan
untuk menggambarkan aspirasi subjektif terhadap kepuasan dan kebahagiaan.
Menurut Hurclock (2008) ada beberapa kondisi penting yang dapat menunjang
kebahagiaan pada lansia, kondisi tersebut yaitu: terpenuhnya kebutuhan terkait
fisik, psikis, sosial dan kebutuhan lainnya yang dirasa penting bagi
kehidupannya seperti beribadah, menjalin relasi sosial yang harmonis,
diperhatikan oleh lingkungan, sehat jasmani, sehat mental dan rohani. Peneliti
bertugas sebagai pengurus Yayasan Wahyobawono Keuskupan Purwokerto, perawat
Panti Wreda Catur Nugraha dan suster Kongregasi Suster Putri Maria dan Yosef
ini berfokus menjaga kesehatan mental spiritual dan kebahagiaan lanjut
usia yang tinggal di Panti Wreda Catur
Nugraha (PWCN) Kaliori, Banyumas. Pengurus mengusahakan lanjut usia yang
tinggal dalam keluarga Panti Wreda Catur Nugraha Kaliori hidup secara harmonis
dengan beragam iman kepercayaan 17 orang
islam, 17 kristen, 19 katolik, 1 orang buddha, dan 1 orang khonghucu. Pengurus
berjejaring dan berkolaborasi dengan
beberapa sumber daya manusia (SDM) ahli
tokoh agama, dokter, romo, psikolog,
perawat, fisioterapy, para donator dan institusi.
Penelitian ini bertujuan untuk
menjaga keharmonisan dalam kesehatan jasmani dan rohani serta kebahagiaan lanjut usia di Panti Wreda Catur Nugraha Kaliori dan faktor-faktor yang mempengaruhinya yang
dikemas dengan judul penelitian “Komunitas
Doa dan Lagu Menjaga Kesehatan Mental spiritual
dan Kebahagiaan Lanjut Usia di Panti Wreda Catur Nugraha Kaliori,
Banyumas”.
II. METODE PENELITIAN
Metode pengambilan data pada pelayanan
ini adalah penelitian kualitatif observasi dan
interpretasi. Observasi Partisipan: Peneliti terlibat langsung dalam
kegiatan kelompok setiap hari yang
diamati, pemahaman yang lebih mendalam dan bertujuan untuk mengeksplorasi
peran, makna, pengalaman, dan perspektif lanjut usia dalam Panti Wreda Catur Nugraha. Populasi ini
adalah semua lanjut usia di Panti Wreda
Catur Nugraha Kaliori yang berjumlah 55
orang, yang terdiri dari 23 opa dan 32 oma. Cara pengambilan data
peneliti langsung terlibat dalam kegiatan sehari-hari dan perawatan sebagai
instrumen kunci: Tujuan dari penelitian adalah untuk memahami kondisi nyata di
lokasi penelitian dan mengungkap alasan di balik fenomena yang diamati (Sidiq
et al., 2019). Study ini dilakukan di Panti Wreda Catur Nugraha Kaliori
Banyumas yang bertujuan adalah komunitas doa dan belajar lagu menjaga kesehatan
mental spiritual dan kebahagiaan lanjut usia
di Panti Wreda Catur Nugraha
Kaliori Banyumas. Peneliti terlibat langsung dalam proses pengumpulan data dan
interpretasi untuk mendukung menjaga kesehatan mental dan kebahagian lanjut
usia. Interpretasi data yang baik
membantu dalam melayani lanjut usia yang lebih tepat dan berbasis bukti di
Panti Wreda Catur Nugraha Kaliori. Variabel kualitatif di observasi dan
diinterpretasikan melalui berbagai metode pengumpulan data kualitatif, seperti
wawancara mendalam, observasi partisipan, dan analisis dokumen pengetahuan dan
ketrampilan perawat dan caregiving dalam merawat lanjut usia demensia. Analisis
kualitatif terhadap data yang dikumpulkan dilakukan melalui proses reduksi
data, model data, dan verifikasi
kesimpulan. Pemilihan dan penyederhanaan informasi adalah bagian dari proses
reduksi data, sementara model data membantu menyusun informasi untuk analisis
lebih lanjut. (N Fauziyah · 2020) Untuk verifikasi data, kesimpulan awal
dibandingkan dengan data yang terkumpul. Teknik triangulasi sumber
membandingkan data dari berbagai sumber untuk meningkatkan akurasi dan
kepercayaan data untuk memastikan keabsahan data.
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil penelitian kebahagiaan
lanjut usia dapat terlihat ketika telah
melakukan observasi dan wawancara dengan informan kunci dan informan pendukung.
1. Komunitas
doa kesehatan fisik
(jasmani) dan mental spiritual
(rohani) dalam keluarga
Panti.
Kebahagiaan lanjut usia terkait erat dengan hubungan keluarga sebelum
masuk ke Panti Wreda serta pandangan
terhadap masa lalu saat kanak-kanak, remaja dan dewasa. Kesehatan mental
spiritual adalah pendekatan komprehensif yang mengintegrasikan nilai-nilai
spiritual dalam menjaga dan meningkatkan kesejahteraan jiwa menuju kebahagiaan kekal di Surga (Vatikan II). Menurut agama
islam setiap muslim harus memperbanyak ibadah dan menjauhi segala jenis
kemaksiatan. Berdasarkan wawancara dengan informan kunci dan pendukung, kebahagiaan
masa lalu dapat dicapai melalui pemenuhan kebutuhan perlindungan
rasa aman, nyaman, damai dan sukacita yang
diperkuat oleh sikap bersyukur dan saling memaafkan dan hidup doa dalam
keluarga.
Sebagian besar lanjut usia yang
memiliki hubungan baik dengan keluarga merasakan kebahagiaan, terutama ketika
kakak, adik, anak, menantu, dan cucu tetap berhubungan dengan mereka, meskipun
sebagian di antaranya telah disibukkan dengan kehidupannya masing-masing. Bagi
lanjut usia yang tidak memiliki keluarga atau telah diantar ke panti,
keheningan tetap dapat dicapai dengan menerima dan mengubah pandangan terhadap
masa lalu bersama keluarga. Hal ini menunjukkan pentingnya hubungan keluarga
dalam mendukung Kesehatan mental lanjut usia, namun sikap terhadap kehidupan
keluarga memainkan peran penting dalam
menciptakan keheningan dan kesehatan mental
spiritual lanjut usia dalam
komunitas doa di Panti Wreda Catur Nugraha Kaliori.
2. Komunitas Lagu Kebahagiaan jasmani dan rohani dalam
keluarga Panti
Wreda Catur Nugraha
Kebahagian lanjut usia menunjukkan bahwa harapan di Panti Wreda
Catur Nugraha Kaliori Banyumas Sebagian besar keinginan untuk tinggal di Panti
hingga akhir hayat mereka, bahkan beberapa ingin dikuburkan di Pemakaman Swarga
Mulya Kompleks Gua Maria Kaliori. Selain itu, lanjut usia berharap diberikan kesehatan, kelancaran
hidup, serta hubungan baik dengan keluarga dan lingkungan sekitar. Dalam hal
pengelolaan lanjut usia yang mendapatkan
uang saku yang mereka atur dengan bijak, sering kali menyimpan. Sebagian kebutuhan makan sudah terpenuhi.
Perasaan lanjut usia umumnya bahagia dan
rasa aman, nyaman, damai dan sukacita yang diperkuat oleh sikap bersyukur dan
saling memaafkan. Lingkungan yang mendukung, pelayanan yang baik, dan adanya
banyak teman untuk berbagi cerita. lanjut
usia merasa lebih aman dan dibandingkan tinggal sendiri di Rumah.
Terkait emosi, lanjut usia memiliki berbagai cara untuk mengontrolnya, seperti
berdoa, berdiam diri, dan bersabar dalam menghadapi teman. Pengurus Panti Wreda Catur Nugraha menfasilitasi dengan kegitan
belajar lagu yang menyenangkan, memiliki dampak positif dan dalam melestarikan keberagaman budaya di
Indonesia.
3. Komunitas doa dan lagu menjaga kesehatan
mental-spiritual dan kebahagiaan masa depan Kerajaan Surga.
Kesehatan mental sebagai kondisi
kesejahteraan di mana individu menyadari potensi diri, dapat mengatasi stres
kehidupan normal, berfungsi produktif, dan berkontribusi pada komunitas doa di
Panti Wreda Catur Nugraha. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang
Kesejahteraan Lanjut Usia. Kesehatan mental spiritual
adalah pendekatan komprehensif yang mengintegrasikan nilai-nilai spiritual
dalam menjaga dan meningkatkan kesejahteraan jiwa menuju
kebahagiaan kekal di Surga (Vatikan
II). Mengikuti ajaran dan sunnah Nabi
Muhammad SAW adalah jalan menuju surga, menurut hadits dari Bukhari. Menurut
agama islam setiap muslim harus memperbanyak ibadah dan menjauhi segala jenis
kemaksiatan dan membangun relasi etis secara
vertikal maupun horizontal dengan baik dan berimbang Tuhan, manusia dan alam
semesta. Kebahagiaan adalah keadaan atau perasaan tentram dan senang, bebas dari
hal-hal yang menyusahkan. WHO Kebahagiaan pada lanjut usia (lansia) menurut WHO
dan pandangan umum dapat diraih melalui berbagai faktor, termasuk kesehatan
yang baik, dukungan sosial, aktivitas yang bermanfaat, serta rasa aman dan
terpenuhi kebutuhannya. Kebahagiaan lanjut usia yang tinggal di Panti umumnya
merasa nyaman dan menganggap petugas panti sebagai keluarga mereka. Lanjut usia
umumnya merasa bahagia mengikuti kegiatan komunitas
doa, mendengarkan dan menyanyikan
lagu-lagu di Panti karena kegiatan
tersebut membantu menjaga kesehatan fisik dan mental serta kebahagiaan. Lanjut
usia di Panti mendapatkan dukungan dalam keagamaan dan spiritualitas, dengan
adanya pelayanan perayaan ekaristi, komunitas doa dan komunitas lagu yang diikuti lanjut usia. Usia
lanjut memiliki tujuan hidup yang jelas, membangun hubungan sosial yang kuat
dan suportif, serta menerapkan gaya hidup sehat termasuk aktivitas fisik dan
meditasi menuju Surga.
PEMBAHASAN
- Kebahagiaan
Lanjut Usia di Panti Wreda Catur Nugraha Kaliori
Banyumas.
Berdasarkan hasil wawancara,
terungkap bahwa lanjut usia di Panti Wreda Catur Nugraha Kaliori, Banyumas
bahagia karena mendapatkan perlakuan yang baik dan penuh kasih sayang dari
petugas panti. Mereka diperlakukan layaknya keluarga, diberi fasilitas yang
baik, serta dilayani dengan makanan dan kebutuhan lainnya secara teratur. Lanjut usia merasa dekat dengan keluarga, karena tetap terhubung
dikunjungi. Mereka merasa lebih dihargai dan bahagia karena tidak lagi
merasakan kesepian yang biasanya dirasakan saat tinggal di rumah, di mana
anak-anak mereka sibuk dengan urusan masing-masing.
Karakteristik komunitas doa dan
lagu menjaga kesehatan mental dan
kebahagiaan lanjut usia di Panti Wreda Catur Nugraha Kaliori
|
No |
Usia klien |
Lagu Kebangsaan Nasional |
Lagu anak & Daerah |
Lagu-lagu rohani |
Lagu kenangan keroncong |
Lagu gembira |
Jumlah Opa oma |
|
1 |
60-70 th |
100 % |
100% |
100% |
99% |
100% |
38 |
|
2 |
70-80 th |
100 % |
100% |
100% |
100% |
100% |
9 |
|
3 |
80-90 th |
100 % |
100% |
100% |
100% |
100% |
4 |
|
4 |
90-97 th |
100 % |
100% |
100% |
100% |
100% |
4 |
|
|
Jumlah |
55 |
55 |
55 |
54 |
55 |
55 |
Sumber: Data Primer (Tahun 1
Januari 2025 – 31 Agustus 2025)
Mengintegrasikan
dalam memilih,
menyanyikan lagu yang tepat dalam
komunitas doa dan lagu lanjut usia yang dapat
menciptakan suasana positif, menyenangkan, dan memotivasi terus berlatih efektif
dalam meningkatkan kebahagiaan antara lain .
- Indonesia Raya
(lagu Kebangsaan) Garuda Pancasila, Hallo
Bandung, Tanah Air Beta, Rayuan Pulau Kelapa, Padamu Negri, Satu
Nusa Satu Bangsa, Bangun Pemudi Pemuda,
Hari Merdeka, Bendera Merah Putih,
Berkibarlah Benderaku, Ibu Pertiwi, Sabang Sampai Merauke ( lagu Nasional)
- Bintang Kecil, Pelangi-pelangi,
Balonku, Desaku, Kasih Ibu, Lihat Kebunku, Naik-naik ke Puncak Gunung, Kring Kring
Ada Sepeda, Di Sini Senang Di Sana Senang, Dondong Opo Salak, Ilir Ilir, Gundul-gundul
Pacul, Bang bang tut, Sluku-sluku Bathok, Suwe Ora Jamu, Gambang
Suling, Wo Ai Ni (lagu anak, lagu
daerah)
- Bapa Kami, Salam Maria, Indah RencanaMU Tuhan, Hidup
Ini adalah Kesempatan, Srengenge Nyunar, Dari Terbit Matahari, Saling
Cinta, Bahagia Manusia, Sholawat Duh Gusti Kulo Sanes Ahli Suwargo,
Eling-eling Siro Manungso (lagu rohani katolik, Kristen, Islami)
- Teluk Bayur, Kereta Senja, Kisah Kasih di Sekolah, Di
Tepinya Sungai Serayu, Bengawan Solo, Jembatan Merah, Bandar Jakarta,
Gethuk (lagu kenangan dan lagu
keroncong)
- Selamat Ulang Tahun, Panjang Umur, Happy Birthday,
Lang zal hij/ze leven (lagu kegembiraan)
Mendengarkan musik dan bernyanyi lagu yang disukai dapat
membangkitkan semangat kebangsaan dan cinta tanah air, cinta daerah, iman spiritual
yang hidup, emosi positif dan meningkatkan kesehatan mental dan rasa bahagia secara keseluruhan. Kesehatan rohani dalam
keluarga Panti Wreda Catur Nugraha
sangat penting untuk kesejahteraan
lanjut usia. Pengurus Panti
Wreda menyediakan berbagai kegiatan dan layanan
spiritual, kesehatan, fisioterapy untuk memenuhi kebutuhan hidup termasuk bimbingan rohani, ibadah,
kegiatan keagamaan dan bimbingan psikolog. Pengurus Panti Wreda Catur Nugraha Kaliori
mengintegrasikan komunitas doa dan lagu menjadi sumber inspirasi berbagi
kenangan, spiritual, kesembuhan fisik,
kesehatan mental spiritual dan kebahagiaan
untuk diri sendiri, keluarga, teman, karyawan, para donator, bangsa, negara dan jiwa-jiwa ke Surga
Komunitas doa dan lagu
dapat memberikan berbagai manfaat lanjut usia di Panti Wreda Catur Nugraha
Kaliori, seperti:
- Sarana yang efektif membangun kebahagiaan dalam
keluarga Panti.
- Mendapatkan dukungan terpenuhinya kebutuhan
biologis, fisik, sosial dan spiritual dari keluarga,
teman, caregiver,
perawat, romo, suster, pendeta, Biksu, Kyai / Ustad
dan perawatan spiritual.
3.
Mengembangkan
potensi diri dalam bidang musik dan doa dan memperkuat
nilai kasih sayang persahabatan dan kebersamaan dalam keluarga.
4.
Mempererat
hubungan dengan Tuhan, berdoa bersama
secara rutin, perayaan ekaristi, mengaji, memberikan kekuatan menghadapi tantangan, dan membawa
ketenangan jiwa dengan mengandalkan Tuhan sampai
dipanggilNYA.
- Kesehatan
mental spiritual dan Kebahagiaan lanjut usia di Panti Wreda
Catur Nugraha sejalan dengan pendapat WHO dan Kementrian Agama Republik
Indonesia.
Komunitas dengan ikatan sosial
yang kuat cenderung lebih aman, lebih sehat, dan lebih tangguh, termasuk dalam
menghadapi bencana. Kesehatan mental adalah keadaan sejahtera di mana individu
menyadari potensi mereka sendiri, dapat mengatasi tekanan hidup yang normal,
dapat bekerja secara produktif dan bermanfaat, serta mampu memberikan
kontribusi pada komunitasnya. Komunitas doa dan lagu mengembangkan respons
kesehatan individual dan lingkungan usia lanjut, pendekatan yang dapat
memperkuat pemulihan, adaptasi, dan pertumbuhan psikososial, menurut WHO. Harapan lanjut usia adalah tetap sehat, kebutuhan hidup jasmani terpenuhi, hubungan sosial dengan lingkungan sekitar tetap aman nyaman,
damai dan harmonis. Nilai kebahagiaan surgawi kondisi batin mendalam,
penuh kedamaian, cinta kasih, dan pengabdian pada nilai-nilai spiritual
serta kebenaran akan berbahagia mewarisi
Kerajaan Surga. (Kementrian Agama Republik Indonesia,
2025). Kesehatan mental spiritual adalah pendekatan komprehensif yang
mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam menjaga dan meningkatkan
kesejahteraan jiwa menuju kebahagiaan kekal di
Surga (Vatikan II). Mengikuti
ajaran dan sunnah Nabi Muhammad SAW adalah jalan menuju surga, menurut hadits
dari Bukhari. Menurut agama islam setiap muslim harus memperbanyak ibadah dan
menjauhi segala jenis kemaksiatan. Beberapa lanjut usia merasa
nyaman hingga berkeinginan untuk tinggal di panti seumur hidup sampai di Pemakaman Swargo Mulyo Komplek
Gua Maria Kaliori. Kegiatan
“Komunitas Doa dan Lagu” yang diadakan di Panti Wreda
Catur Nugraha Kaliori menjadi sumber
kesehatan mental spiritual dan kebahagiaan bagi lanjut usia. Menurut hasil observasi, para lanjut usia di Panti Wreda Catur Nugraha Kaliori menjalani hidup dengan penuh kebahagiaan
karena mereka dapat berbagi berkat
dengan teman sebaya di Ruang komunitas doa dan lagu. Lanjut usia mengikuti kegiatan seperti bimbingan sosial,
pemeriksaan kesehatan, bimbingan psikologi, keagamaan, senam dan bernyanyi. Pelayanan di Panti Wreda Catur Nugraha
Kaliori diberikan dengan kasih. Kebahagiaan yang lanjut usia rasakan sejalan dengan pendapat Medley, yang
menyatakan bahwa lanjut usia yang bahagia lebih siap terlibat dalam kegiatan
baru dan lebih mampu menyesuaikan diri dengan perubahan hidup (Herman, D. F, et al., 2023).
Maka dapat disimpulkan bahwa Komunitas
doa dan kegiatan belajar bersama menjaga
kesehatan mental spiritual dan kebahagiaan lanjut usia di Panti Wreda Catur Nugraha Kaliori
Banyumas dipengaruhi oleh :
- Melibatkan lanjut usia dalam keluarga persaudaraan kasih dalam komunitas doa dan lagu yang disenangi.
- Mengaktualisasikan diri dalam doa dan lagu, opa dan oma menemukan makna dalam
kebahagiaan.
- Mengekspresikan perasaan, pikiran, ide, dan
pengalaman pribadi, serta menyampaikan pesan kasih sayang, cinta,
kerinduan dan harapan melalui lagu atau dengan bernyanyi.
Pengurus Panti Wreda Catur Nugraha Kaliori melibatkan
dalam aktivitas sehari-hari, serta hubungan langsung
dalam kehidupan sehari-hari yang
tetap terjaga dengan lanjut usia dalam keluarga. Kebahagiaan tersebut
juga tercermin dalam rasa syukur, kemandirian, dan kemampuan mereka untuk
menyesuaikan diri dengan lingkungan panti. Semakin tinggi tingkat kebahagiaan
yang dialami semakin sehat mental dalam kegiatan seperti yang didukung oleh
teori integritas ego Erikson dan penelitian yang menunjukkan korelasi positif
antara kebahagiaan lanjut usia dan partisipasi dalam aktivitas harian dalam
komunitas doa dan lagu di Panti Wreda Catur Nugraha Kaliori. Ruang-ruang hidup yang disediakan oleh pengurus Panti Wreda Catur Nugraha
Kaliori untuk lanjut
usia oma opa berproses untuk Kesehatan dan menjadi sumber kekuatan,
penghiburan, dan arahan dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam pekerjaan dan
memerlukan ruang-ruang hidup seperti :
- Ruang hidup
untuk diterima.
- Ruang hidup untuk berharga.
- Ruang hidup untuk berekspresi.
- Ruang hidup
untuk berbahagia.
Pemulihan akan berjalan optimal jika keempat ruang hidup diatas saling melengkapi, bahkan menjadi maksimal saling berkaitan menjaga kesehatan mental spiritual dan kebahagiaan.
4. KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil dari penelitian ditemukan Komunitas doa dan lagu menjaga kesehatan mental spiritual dan kebahagiaan lanjut usia dapat dilihat dari
aktivitas dan kegiatan
yang dilakukan oma opa dalam hidup sehari-hari di Panti Wreda Catur
Nugraha Kaliori.
1.
Pengurus Panti
Wreda Catur Nugraha Kaliori menyediakan ruang-ruang diterima, berharga,
berekspresi, berbahagia sebagai sarana
yang efektif membangun kebahagiaan dan
pengaruh positif lanjut usia dalam hidup berkualitas dan bernilai sebagai
pendoa bagi diri sendiri, keluarga, teman, karyawan, para donator, bangsa, negara
dan jiwa-jiwa ke Surga.
2.
Pengurus Panti Wreda Catur Nugraha Kaliori
mengintegrasikan komunitas doa dan lagu menjadi sumber inspirasi berbagi
kenangan, spiritual, kesembuhan fisik,
kesehatan mental spiritual dan kebahagiaan
untuk diri sendiri, keluarga, teman, dan para karyawan.
3.
Para perawat
Panti Wreda Catur Nugraha Kaliori melibatkan dukungan biologis, fisik, sosial, spiritual dalam komunitas doa dan lagu yang dapat membantu lanjut usia menjalani masa senja dengan lebih bahagia, sehat,
dan bermakna yang membawa ketenangan jiwa dengan
mengandalkan Tuhan sampai dipanggilNYA.
Terimakasih
DAFTAR REFERENSI
World Health Organization (WHO), 2025
Koneksi sosial dikaitkan dengan peningkatan kesehatan dan penurunan
risiko kematian dini, 30 Juni
2025 Siaran pers Jenewa
UU
Nomor 13 Tahun 1998, Undang-undang ini mengatur tentang kesejahteraan lanjut
usia, yang mencakup hak-hak lansia, pelayanan yang diberikan, serta peran
negara dalam menjamin kesejahteraan lansia.
Peraturan Pemerintah Nomor
43 Tahun 2004, Peraturan ini merupakan peraturan pelaksanaan dari UU Lansia,
yang menjabarkan lebih detail upaya peningkatan kesejahteraan sosial lansia.
Peraturan Menteri Kesehatan
Nomor 67 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Lanjut Usia di
Pusat Kesehatan Masyarakat.
Ombudsman Republik
Indonesia, Strategi Nasional Kelanjutusiaan 2015-2025, yang bertujuan untuk
mewujudkan kehidupan lansia yang sehat, aktif, produktif, dan mandiri.
Tulus Tri Prasetyo,
Akhmadi, S.Kp., M.Kes. M.Kep., Sp.Kom, 2014 Pengaruh Doa Terhadap Kualitas
Hidup Lansia di Komunitas Lansia Dukuh Joho, Condong Catur, Depok, Sleman,
Yogyakarta. Skripsi Ilmu Keperawatan
Universitas Gajah Mada.
Firli
Ariska, Juli-Desember 2022,
Kebahagiaan Lansia Yang Tinggal di Panti Wreda, Institut Agama Islam Sultan
Muhammad Syafiuddin Sambas, Indonesia.
Sucitra Indriani, 2024 Gambaran Kebahagiaan Lanjut Usia yang
Tinggal di Panti Tresna Werdha Observasi: Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi –
Vol. 2 No. 4 November 2024.
Eramega, B., &
Indriana, Y. (2020). Makna kebahagiaan pada adiyuswa pria yang melajang dan
hidup sendiri. Undip.
Gunawan Santoso1)*, Adhisty Septia Hidayat2 et al.,
2022 Manfaat Hafalan: Lagu Daerah dan Lagu Nasional Republik Indonesia Jurnal
Pendidikan Transformatif email :
mgunawansantoso@umj.ac.id
Farming, F., Sari, R. I.,
Fajriah, L., Sarita, S., Jingsung, J., Asriati, A., Susanty, S., Yuniarni,D.,
Nurhayati, R., & Saktiar, S. (2023). Pengantar psikologi kebidanan. UGM
Hakim, L., & Hartati,
N. (2017). Sumber-sumber kebahagiaan lansia ditinjau dari dalam dan luar tempat
tinggal panti jompo. Jurnal RAP (Riset Aktual Psikologi Universitas Negeri
Padang), 5(1), 32–42.
Herman, D. F., Anggun, C.,
Fatmawati, H. S. D., Mahardika, I. K., & Wicaksono, I. (2023). Perkembangan
psikososial lansia terhadap peningkatan sikap mandiri dan fungsi kognitif.
Jurnal Basicedu, 7(6), 3616–3621.
N Fauziyah · 2020 ·Faktor-faktor penunjang kebahagian pada lanjut usia aktivitas religius menjadi tema yang
mempengaruhi kebahagiaan lansia
(Ildarabadi et al., Sheykhi et al., 2020; Merajut hidup bahagia dan Bermakna pada Lansia, Beberapa hasil
penelitian menyatakan bahwa reminiscence therapy terbukti efektif dalam
meningkatkan kebahagiaan lansia.
Roma di Basilika Santo Petrus pada tanggal 21 November 1964, Dokumen Gereja Lumen Gentium (Vatikan II) dan Dei Verbum memberikan landasan ajaran mengenai Surga. (KGK 992-1065), Dokumen katolik utama tentang hidup kekal di Surga adalah Katekismus Gereja Katolik (KGK).
M. Zainuddin, 2020 Membangun “Surga” di Dunia, Professor Sosiologi Agama, Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Maliki Malang.
Sutrisno, S.Ag, Tim Buddha Wacana, 21 Mei 2025 Hidup Bahagia Mati Masuk Surga, Kementrian Agama Republik Indonesia

Komentar
Posting Komentar